Showing posts with label a modern instance. Show all posts
Showing posts with label a modern instance. Show all posts
Monday, October 13, 2008
marcia gaylord, naifnya konsisten
ya, satu hal yang bisa dijadikan semacam penanda bahwa karakterisasi marcia itu sangat kuat adalah ketika dengan naifnya yang konsisten dia menyalah artikan surat dari bartley yang dia terima dua tahun setelah keminggatan si suami!!!
Sunday, October 12, 2008
mr. atherton, kata mutiara, peer-characterization
memang sih banyak yang menganggap mr. atherton ini penting tapi misterius, misterius tapi penting. tapi ya, memang layak diselidiki. ben halleck mesti ke tempat dia buat curhat. miss kingsburry butuh dia untuk mengelola keuangannya.
bener kata prof. adams, mungkin dia ini semacam penthungan penjaga keadaan.
satu lagi yang penting, betapa banyaknya kata-kata mutiara yang bisa diambil dari novel ini. saya merasa howells terlalu banyak omong, terlalu banyak cerita, terlalu menggiring pembaca.
terus lagi, para tokoh suka menggambarkan karakterisasi tokoh lain, sehingga ada kesan karakter masing-masing orang terbuka sekali terhadap orang lain. ada apa dengan ini? apakah si dekan memang terlalu banyak omong dan sedikit menunjukkan?
bener kata prof. adams, mungkin dia ini semacam penthungan penjaga keadaan.
satu lagi yang penting, betapa banyaknya kata-kata mutiara yang bisa diambil dari novel ini. saya merasa howells terlalu banyak omong, terlalu banyak cerita, terlalu menggiring pembaca.
terus lagi, para tokoh suka menggambarkan karakterisasi tokoh lain, sehingga ada kesan karakter masing-masing orang terbuka sekali terhadap orang lain. ada apa dengan ini? apakah si dekan memang terlalu banyak omong dan sedikit menunjukkan?
konsep jurnalisme versi bartley hubbard
dari salah satu bab a modern instance, saya menemukan sebuah bagian yang berisikan formulasi pandangan jurnalisme versi bartley hubbard dan mr. ricker.
mr. ricker berpandangan bahwa jurnalisme itu harus berpihak kepada publik, dan sebuah koran memang sebuah milik pribadi (private property) tapi sebuah perusahaan publik (public enterprise). dan satu yang pasti, jangan jual diri kepada iklan!
bartley kurang peduli tentang hubungan dengan iklan. tapi menurut dia sebuah koran kedudukannya harus lebih tinggi daripada publik, terutama jika publik yang dimaksud memiliki standar moral lebih rendah. namun, bartley lebih memandang koran sebagai sarana mencari keuntungan, oleh karenanya dia berusaha menyasar semua segmen publik dengan cara mengawali koran sebagai ajang berita kriminal dan pembunuhan, yang dia anggap sebagai kegemaran dari segmen masyarakat paling rendah. dan ujung-ujungnya nanti adalah kalau sudah berisi apresiasi seni dan sejenisnya. tapi, jangan tinggalkan pembunuhan, karena bagaimanapun ada orang dengan strata ekonomi tinggi tapi suka berita pembunuhan, dan jika tidak ada pembunuhan, maka dia tidak bisa lagi beli koran ini dengan pura-pura menggemari berita tingkat tinggi padahal sebenarnya ingin baca kriminal. hehehe... ini bagian yang sulit diparafrase, hehehe...
mr. ricker berpandangan bahwa jurnalisme itu harus berpihak kepada publik, dan sebuah koran memang sebuah milik pribadi (private property) tapi sebuah perusahaan publik (public enterprise). dan satu yang pasti, jangan jual diri kepada iklan!
bartley kurang peduli tentang hubungan dengan iklan. tapi menurut dia sebuah koran kedudukannya harus lebih tinggi daripada publik, terutama jika publik yang dimaksud memiliki standar moral lebih rendah. namun, bartley lebih memandang koran sebagai sarana mencari keuntungan, oleh karenanya dia berusaha menyasar semua segmen publik dengan cara mengawali koran sebagai ajang berita kriminal dan pembunuhan, yang dia anggap sebagai kegemaran dari segmen masyarakat paling rendah. dan ujung-ujungnya nanti adalah kalau sudah berisi apresiasi seni dan sejenisnya. tapi, jangan tinggalkan pembunuhan, karena bagaimanapun ada orang dengan strata ekonomi tinggi tapi suka berita pembunuhan, dan jika tidak ada pembunuhan, maka dia tidak bisa lagi beli koran ini dengan pura-pura menggemari berita tingkat tinggi padahal sebenarnya ingin baca kriminal. hehehe... ini bagian yang sulit diparafrase, hehehe...
Blogged with the Flock Browser
squire gaylord (dan bartley hubbard)
masih tentang a modern instance by william dean howells:
apa ya yang kira-kira ada di balik sikap squire gaylord yang 'nggak melepas topinya selama ngobrol, dan hanya melepasnya waktu duduk di depan maja dan di kasur; dan begitu bangkit dari situ langsung pakai topinya lagi' dan duduk 'nyante sambil tetep pake topi' (keduanya hal. 298)?
harus diselesaikan!
apa ya yang kira-kira ada di balik sikap squire gaylord yang 'nggak melepas topinya selama ngobrol, dan hanya melepasnya waktu duduk di depan maja dan di kasur; dan begitu bangkit dari situ langsung pakai topinya lagi' dan duduk 'nyante sambil tetep pake topi' (keduanya hal. 298)?
harus diselesaikan!
Subscribe to:
Posts (Atom)
